3 Perintah/Fungsi Dasar Pemeriksaan Koneksi Jaringan

By -
Dalam menggunakan koneksi internet atau jaringan lokal, tentu pengguna sering mengalami apa yang namanya “jaringan terputus” atau disconnect. Kadang disingkat dengan DC. Disconnect adalah suatu gejala bahwa sebuah komputer tidak dapat menghubungi komputer lain. Terputusnya kadang terjadi karena problem fisik, firewall, komputer mati, software layanan terputus, gangguan jaringan ataupun hang.
Oleh karena itu dalam bernetworking, tiap sistem operasi memberikan fasilitas untuk melakukan pemeriksaan status ketersambungan jaringan. Berikut di bawah adalah perintah-perintah dan fungsi-fungsinya:

ping

Ping merupakan jenis perintah yang berjalan pada protocol ICMP (Internet Control Message Protocol). Hampir seluruh sistem operasi memiliki perintah ping. Ping pada dasarnya bekerja seperti filosofi ping-pong. Data yang dikirim, akan dikirim balik sebagai balasan.

Windows

Pada Windows, perlu dibuka melalui command prompt (cmd) : Start Menu -> ketik cmd (memanggil command prompt)
Untuk perintah ping, sintaksnya adalah:

Misal adalah

Maka hasilnya akan seperti pada gambar berikut di bawah:

Perintah ping pada Windows hanya berlaku untuk empat kali pengecekan. Jika akan diteruskan ditambah dengan opsi -t. Untuk menghentikan, dapat dilakukan penekanan tombol Ctrl C.

Linux

Ping hanya perlu dilakukan pada console/terminal Linux. Harus dengan huruf kecil (case sensitive), dan untuk membatalkan perlu ditekan tombol Ctrl C

Perintah ping, kadang menemui balasan sebagai berikut:

  • Request Timed Out
  • Destination Host Unreachable
  • General failure
  • Hardware failure
  • Destination Net Unreachable
  • Destination Net Prohibited
  • dan lain sebagainya

Request timed out, dapat terjadi karena jaringan terputus ataupun komputer tujuan tertutup firewall. Dapat juga terjadi karena komputer tujuan mati.
Destination Net Prohibited, dapat terjadi karena komputer kita belum melakukan login hotspot area untuk mendapatkan akses internet.

Traceroute

Perintah traceroute untuk melakukan trace network (runut jaringan) untuk mengetahui titik-titik mana saja yang dilalui ketika sebuah proses akses dilakukan.

Windows

Perintah traceroute pada Windows masih menggunakan command prompt. Dilakukan dengan cara memberikan perintah :

Contoh :

Linux

Pada Linux, traceroute dapat dilakukan dengan menggunakan perintah :

Contoh:

MTR

MTR adalah adalah singkatan dari Matt Traceroute, sesuai dengan nama penemunya. Dilakukan untuk melakukan traceroute terus-menerus sekaligus mencatat waktu-waktu dan loss networknya. Untuk Windows, perlu mendownload program bernama winmtr. Sedangkan pada Linux langsung dapat memberikan perintah:

Hasilnya kira-kira akan seperti berikut:

Opsi -r diberikan untuk kondisi report mode, yaitu sekali traceroute saja.

Tukang panggul perangkat keras dan perangkat lunak yang memiliki hobi minum kopi, dan juga bekerja sebagai OB --Ofifice Boy serta menulis di www.bimosaurus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *